Komitmen Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Kayong Utara terus diwujudkan melalui dukungan pendidikan bagi generasi muda daerah.
Sebanyak 11 putra-putri Kayong Utara menerima beasiswa pendidikan Strata 1 (S1) di Universitas OSO (UNOSO). Penyerahan beasiswa berlangsung dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNOSO di Hotel Grand Mahkota, Pontianak, Selasa (15/9/2026).
Dari 11 penerima beasiswa tersebut, tiga diantaranya merupakan putra-putri dari dusun di Desa Pelapis, yang bertetangga dengan kawasan operasional KIPP.
Penyerahan beasiswa secara simbolis diberikan kepada Rifki Firnanda, perwakilan penerima beasiswa dari Desa Pelapis.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya KIPP membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Kayong Utara agar memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi diri.
Selain KIPP, Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara juga memberikan dukungan pendidikan kepada 20 mahasiswa terpilih asal Kayong Utara dalam kegiatan tersebut.
Rektor Universitas OSO Dr. Yarlina Yacoub mengapresiasi KIPP yang turut mengambil bagian dalam pembangunan SDM di Kayong Utara melalui dukungan pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi penting untuk menciptakan lebih banyak kesempatan bagi generasi muda daerah untuk memperoleh pendidikan tinggi.
“Ke depan, kami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut. Tidak hanya memberikan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, tetapi juga membuka ruang bagi para penerima beasiswa untuk mengembangkan karier dan memberikan kontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Penerima beasiswa, Wahyudi Sandra, bersyukur memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Lulusan SMA Negeri 1 Ketapang tersebut sebelumnya sempat ragu untuk melanjutkan kuliah karena kondisi ekonomi keluarga. Ayahnya yang sebelumnya bekerja sebagai nelayan kini tidak lagi bekerja karena kondisi kesehatan, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.
“Awalnya saya melihat kondisi ekonomi keluarga dan sempat tidak yakin bisa kuliah. Setelah tamat SMA, saya berpikir untuk langsung bekerja. Tapi setelah mendapat informasi dari tim CSR tentang beasiswa KIPP, saya langsung mengambil kesempatan ini,” tutur Wahyudi.
Kini, Wahyudi tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen UNOSO. Keputusan memilih jurusan tersebut tidak terlepas dari cita-citanya untuk membangun usaha sendiri di masa depan.
“Saya senang mendapat beasiswa ini. Kakak saya yang bekerja di KIPP juga sangat mendukung saya untuk kuliah. Harapan saya kedepan bisa mendapat pekerjaan dan suatu saat dapat membuka usaha sendiri, seperti usaha kuliner. Karena itu saya memilih Manajemen supaya bisa belajar bagaimana mengelola bisnis,” katanya.
Bagi Wahyudi, beasiswa tersebut bukan hanya bantuan untuk membiayai pendidikan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengubah rencana masa depannya.
“Dengan adanya beasiswa ini, saya jadi punya kesempatan untuk melanjutkan kuliah dan tidak terlalu membebani keluarga,” ujarnya.
Proses seleksi penerima beasiswa dilakukan oleh tim Universitas OSO melalui beberapa tahapan, mulai dari screening curriculum vitae (CV) hingga wawancara. Seleksi mempertimbangkan minat, antusiasme, dan kesiapan calon penerima dalam menjalani pendidikan tinggi.
Kepala Kantor Perwakilan KIPP Pontianak, Sumarno, mengatakan dukungan terhadap pendidikan merupakan bagian dari komitmen KIPP untuk turut membuka kesempatan bagi generasi muda Kayong Utara dalam mencapai potensi terbaiknya.
“KIPP mendukung penuh generasi muda Kayong Utara untuk mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik dan mencapai potensi serta masa depannya. Kami berharap beasiswa ini dapat menjadi langkah awal bagi para penerima untuk terus belajar, berkembang, dan nantinya memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah,” kata Sumarno.
Menurut Sumarno, pembangunan kawasan industri tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan kegiatan ekonomi, tetapi juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM.
“Generasi muda adalah bagian penting dari masa depan Kayong Utara dan Indonesia. Karena itu, kami ingin dukungan pendidikan ini tidak berhenti pada pemberian beasiswa, tetapi juga mendorong para penerima untuk mengembangkan kemampuan dan karakter mereka,” ujarnya.
Selain mendapatkan dukungan pendidikan formal, para penerima beasiswa KIPP juga akan tergabung dalam Komunitas KITA, sebuah wadah pengembangan diri yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan soft skill, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, serta jejaring.
Melalui komunitas tersebut, para penerima beasiswa diharapkan tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berkolaborasi, dan mengambil peran sebagai generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. (*)